Masih kota ini yang ada di benakku, kota yang ramah diam-diam. Tanpa melakukan apapun tapi telah sukses membuatku terjerat akan tipuannya yang lembut. Cita-citaku masih sama seperti 4 tahun yang lalu. Segala tentangmu seolah menjadi motivasi bagiku menjalani hari-hari yang tak kuingini sekarang. Kau selalu berada di lensa kacamata sebelah kiri yang aku kenakan, sedangkan yang kanan mengingatkanku pada kenyataan. Masih sukar melepas apa yang aku idamkan sejak lama.
Aku jatuh cinta padamu jauh sebelum aku direlakan orang tuaku untuk pergi merantau di kota orang. Dan cinta ini masih bertahan hingga sekarang.
Aku ingin menulis surat untukmu. Ke alamat mana harus kutujukan? Aku tak yakin kau bisa membaca semua cerita panjang lebar yang aku tulis.
Terlalu banyak janjiku untuk mengunjungimu, dan tak pernah aku tepati. Kali ini aku enggan berjanji, meski rasa di dada ini tak pernah padam untuk menepatinya. Mungkin aku harus datang diam-diam. Agar kamu terkejut. Dan kita akan menikmati waktu yang ada, hanya berdua. Mengukir masa depan yang aku yakin kau pun akan mendukungku dengan segala upaya.
Sampai jumpa. Semoga tahun depan. Setelah aku lulus.
0 words:
Post a Comment